Terminologi unconventional gas sering kita dengar, banyak yang berasumsi kurang tepat dengan pengertian tersebut, kebanyakan beranggapan bahwa unconventional gas merupakan gas lain yang berbeda dengan gas alam pada umumnya. Padahal pengertian unconventional gas itu sendiri merupakan gas alam konvensional tapi dengan karakteristik reservoir yang berbeda dengan reservoir migas konvensional, atau dengan kata lain unconventional gas akan merujuk kepada unconventional reservoir. Pada unconventional gas dibutuhkan perlakuan khusus atau effort lebih untuk dapat dilakukan produksi dikarenakan karakteristik reservoir yang berbeda tersebut. Karakteristik reservoir yang memiliki permeabilitas rendah hingga sangat rendah, berkisar kurang dari 5 miliDarcy hingga skala nanoDarcy, serta mekanisme penyimpanan gas yang tidak hanya bergantung pada free gas tapi juga adsorbed gas, membutuhkan teknik khusus dalam melakukan produksi dengan jumlah biaya yang tidak sedikit untuk dikeluarkan. Sebagai contoh pada produksi Coalbed Methane (CBM), dengan mekanisme penyimpanan gas sangat dominan pada adsorbed gas yang terdapat pada matriks batubara maka dibutuhkan proses pengurasan kandungan air (dewatering) untuk menurunkan tekanan dan menyebabkan proses desorpsi terjadi sehingga adsorbed gas dapat terproduksi. Waktu yang diperlukan dalam tahap dewatering tersebut dapat berlangsung selama beberapa bulan hingga beberapa tahun, bergantung pada tingkat kematangan dan kandungan air hasil proses pembentukan batubara (coalification) itu sendiri.
Gambar 1. Simulasi reservoir single well CBM
Dari simulasi reservoir single well pada gambar 1 dapat terlihat bahwa produksi CBM mengalami beberapa tahapan, yaitu dewatering phase, production phase dan declining phase. Waktu produksi berlangsung lama dengan puncak produksi yang sangat kecil dibandingkan produksi migas konvensional dan declining yang perlahan hingga mencapai belasan tahun menyebabkan CBM sebagai produksi dengan life time produksi yang lama. Dengan demikian dalam pengembangan CBM dibutuhkan lebih banyak jumlah sumur untuk menghasilkan produksi yang lebih banyak pula.
Dari paparan tersebut, dibutuhkan perencanaan pengembangan yang matang dalam produksi CBM agar layak baik dari sisi teknis, ekonomi dan komersial. Berikut adalah perbandingan hasil simulasi pengembangan CBM dengan jumlah sumur, biaya capital dan operasional per well yang sama, namun dengan skenario pengembangan yang berbeda pada satu model kontrak PSC, gambar 2 dan 3. Indikator keekonomian proyek yang digunakan sebagai penilaian adalah Net Present Value dengan discount factor 10% (NPV@10%), Internal Rate of Return (IRR), Payback of Time (POT) dan Profitability Index (PI).
Gambar 2. Skenario pengembangan dan keekonomian CBM model A
Gambar 3. Skenario pengembangan dan keekonomian CBM model B
Dari hasil tersebut dapat terlihat bahwa indikator keekonomian proyek CBM model A yang dihasilkan lebih besar pada jumlah produksi gas, nilai NPV@10%, IRR dan PI serta nilai POT yang lebih kecil dibandingkan dengan jumlah produksi dan indikator keekonomian proyek pada skenario pengembangan CBM model B. Hal ini menunjukkan bahwa skenario pengembangan CBM model A lebih efektif dan efisien sehingga menghasilkan produksi yang lebih baik secara teknis, ekonomi dan komersial untuk dikembangkan dibandingkan dengan skenario pengembangan CBM model B.
Dari pembahasan dan simulasi skenario pengembangan CBM tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa :
- Pendekatan dan perlakuan khusus perlu dilakukan dalam pengembangan unconventional gas, dikarenakan karakteristik reservoir unconventional gas yang berbeda dengan karakteristik reservoir pada gas alam konvensional.
- Pada pengembangan unconventional gas, dalam kasus ini adalah CBM, jumlah produksi gas akan bergantung pada jumlah sumur pengembangan. Semakin banyak jumlah sumur pengembangan maka semakin banyak pula jumlah produksi gas yang dihasilkan.
- Perencanaan pengembangan lapangan yang matang dengan skenario pengembangan efektif dan efisien merupakan faktor yang paling penting dalam menentukan kelayakan dari sisi teknis, ekonomi dan komersial suatu proyek unconventional gas.
(tulisan dapat dibaca pula pada Warta Pertamina – Edisi Januari 2012)